Indonesia..

Namamu dulu diberikan oleh salah seorang kaum penjajah kami yang cinta denganmu..
Dari Indian Archipelago menjadi Indonesian, namamu kini menjadi nama resmi bumi pertiwiku tercinta.

Indonesia..

Kau terdiri dari pulau-pulau.
Layaknya juga nama Nusantara disematkan padamu, Wahai Ibu Pertiwi.
Aku berharap negeriku ini, Bumi Indonesia, menjadi negeri hebat, lebih hebat daripada para penjajah dulu.
Aku berharap aku dan anak-cucuku membanggakanmu..

Indonesia..

Aku sedih ketika globalisasi menghilangkan budaya-budayamu yang anggun.
Budaya yang menjadikan bangsa ini kuat dan merdeka.
Budaya yang mengusir penjajah dari negeri ini.
Namun kini,
Semua orang seolah lupa dan ingin menjadi dunia.
Mereka tidak ingin menjadi Indonesia.
Apa salahnya menjadi Indonesia?

Indonesia..

Negeri yang sangat kaya.
Orang-orangnya juga seharusnya bermental orang kaya.
Sayangnya,
Semua orang bermental pencari harta yang lupa akan surga.
Semua menajdi tamak dan liar.
Sehingga nilai-nilai luhur budaya hilang ditelan budaya dunia.

Indonesia..

Di tengah usaha untuk menjadi orang kaya,
Orang-orang sesungguhnya saling memakan sesama.
Mereka lupa ada neraka.
Segala cara dihalalkan demi harta.
Menjadi penguasa seolah tak berdosa.
Tapi semua membunuh budaya dan identitas secara nyata.

Indonesia..

Kapan kau akan bangkit lagi dengan nilai-nilai budaya agung?
Apakah harus ada sesuatu dulu dari-Nya?
Aku tidak mau hukuman dari-Nya membuat semua orang di bumi pertiwi celaka.
Aku hanya bisa titipkan doa.
Doa untuk anak cucu semuanya.
Doa untuk kebaikan bersama.
Semoga damai terus di Nusantara tanpa kehilangan budaya.