Caleg Ki Rohmad Hadiwijoyo Meminta Masyarakat Banjarnegara Harus Tahu Jenis Tatahan Wayang

Tatah, adalah salah satu tahapan utana atau paling penting dalam proses pembuatan Wayang Kulit. Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa, setidaknya ada 14 jenis macam jenis tatahan. Masing-masing jenis tatahan itu diperuntukkan bagi pembuatan ornamen tertentu pada bagian tubuh wayang tertentu pula.

Berikut ini adalah jenis-jenis tatahan pada seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta dan Yogyakarta :

1. Tatahan bubukan
Tatahan bubukan adalah bentuk tatahan wayang kulit yang menyerupai rumah bubuk atau binatang perusak kayu yang berbentuk bulat-bulat dengan diameter sekitar 0,2 mm atau lebih.

2. Tatahan semutdulur
Tatahan semutduler bentuknya adalah persegi panjang dengan bentuk potongan (pathetan) melengkung kedalam, kemudian bentuk lubang tatahan itu disusun menyamping hingga membentuk suatu garis.

3. Tatahan Langgatan
Tatahan langgatan bentuknya seperti langgat yaitu sebuah alur yang cukup panjang dengan bagian lebar dipotong melengkung keluar. Bentuknya hampir sama dengan tatahan semutdulur tetapi lebih panjang hingga mencapai 3-5 kalinya.

4. Tatahan bubukiring
Tatahan bubukiring adalah unsur tatahan wayang kulit yang bentuknya bulat setengah lingkaran (setengah bulatan).

5. Tatahan inten-intenan
Tatahan inten-intenan adalah unsur tatahan wayang kulit yang digunakan untuk menggambarkan berbagai perhiasan yang berupa intan maupun permata yang lazim digunakan oleh para raja atau tokoh yang lain.

6. Tatahan Langgatbubuk
Tatahan langgatbubuk merupakan unsur tatahan wayang kulit yang terjadi dan perpaduan antara tatahan langgatan dan bubukan, kemudian disusun menyamping secara selang seling, sehingga membentuk suatu garis.

7. Tatahan Sembuliyang
Tatahan sembuliyang adalah unsur tatahan wayang kulit yang diperuntukan dalam menggambar lipatan-lipatan kain atau draferi. Bentuk tatahannya tidak jauh berbeda dan tatahan langgatbubuk, tetapi pada bagian langgatnya dibuat meruncing.

8. Tatahan kawatan
Tatahan kawatan bentuknya berupa lubang alur yang melengkung dan dibuat berulang-ulang disusun berjajar menyamping, sehingga membentuk keratan-keratan kulit yang kecil seperti kawat.

9. Tatahan seritan (tatahan rambut)
Tatahan seritan adalah unsur tatahan wayang kulit yang digunakan untuk menggambarkan rambut dari tokoh-tokoh wayang.

10. Tatahan patran
Tatahan patran merupakan unsur tatahan wayang kulit yang menggambarkan dedaunan.

11. Tatahan Semen dan motif kain kampuh
Tatahan semen adalah unsur tatahan semen dalam wayang kulit digunakan untuk menggambarkan motif-motif kain dari kampuh atau dodot yang dikenakan oleh tokoh-tokoh wayang, sehingga bentuknya sangat bervariasi.

12. Tatahan Srunen
Tatahan srunen merupakan unsur tatahan wayang kulit yang berfungsi untuk menggambarkan berbagai jenis bunga.

13. Tatahan Wajikan
Tatahan wajikan merupakan unsur tatahan wayang kulit yang berfungsi sebagai pelengkap dari jenis tatahan inten-intenan.

14. Tatahan mas-masan
Tatahan mas-masan merupakan unsur tatahan wayang kulit yang digunakan untuk menggambarkan perhiasan dari emas.

Tatahan peraga Wayang Kulit Purwa dianggap baik dan berhasil jika memenuhi syarat tertentu, yang disingkat dengan akronim Mawo Serekuh, yakni Mapan, Wijang, Semu, Resik dan Kukuh. Selain syarat tersebut, ada juga yang memberi syarat hampir sama yakni, Padang, Wijang, Ngukel, Semu dan Wulet.

Salam,

Ki Dalang Rohmad Hadiwijoyo